Selasa, 03 Juli 2012

KONSEP KEGAWATDARURATAN

TPU
• mampu memahami penanganan kegawatdaruratan dasar
•TPK
Peserta mampu
1.Menjelasakan konsep keperawatan gawatdarurat
2.Menjelaskan pengkajian keperawatan gawatdarurat
3.Menjelaskan bantuan hidup dasar pada dewasa dan anak
4.Menjelaskan penanganan kegawatdaruratan kebidanan
KONSEP KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
KARAKTERISTIK PELAYANAN KEPERAWATAN DI UNIT GAWAT DARURAT
•Kondisi kegawatan seringkali tidak terprediksi: kondisi klien, jumlah klien dan klg yang datang
•Kecemasan tinggi/panik dari klien dan keluarga
•Keterbatasan sumber daya dan waktu
•Pengkajian, diagnosis, dan tindakan keperawatan diberikan untuk seluruh usia, dengan data dasar yang sangat terbatas
•Jenis tindakan yang diberikan: tindakan yang memerlukan kecepatan dan ketepatan yang tinggi
•Adanya saling ketergantungan yang tinggi antara profesi kesehatan yang bekerja di ruang gawat darurat
•PRINSIP UMUM ASUHAN KEPERAWATAN
1.Menerapkan prinsip universal precaution dan asuhan yang aman untuk klien
2.Cepat dan tepat
3.Tindakan keperawatan diberikan untuk mengatasi masalah fisik dan psikososial klien.
4.Monitoring kondisi klien
5.Penjelasan dan pendidikan kesehatan
6.Asuhan diberikan menyeluruh (triase, proses resusitasi, stabilisasi,  kematian, dan penanganan  bencana)
7.Sistem dokumentasi dapat digunakan secara mudah, cepat dan tepat
8.Aspek etik dan legal keperawatan perlu dijaga
PELAYANAN KESEHATAN MULTIDISIPLIN
•Dokter
•Perawat
•Ahli rotgen
•Petugas Laboratorium
•Petugas ambulans
•Petugas pembinaan mental dan lainnya.
ALUR PELAYANAN PASIEN DI UNIT GAWAT DARURAT
•Sistem yang terganggu: di triase keluhan utama pasien dikaji, lalu  ditetapkan organ yang mungkin terganggu dan asal gangguannya (misalnya; bedah, penyakit dalam, kebidanan).
•Tingkat kegawatan yang diderita : di triase tingkat kegawatan pasien ditentukan (gawat darurat/darurat tidak gawat/gawat tidak darurat/tidak gawat & tidak darurat) 
TRIASE
•Tujuan:
–Menjaga alur klien di IGD
–Menetapkan derajat kegawatan klien
KLASIFIKASI (KODE/WARNA)
Merah   à GD  
Kuning  à Darurat tidak gawat
Hijau    à Tidak gawat dan tidak daurat
Hitam   à death on arrival
–Memberikan tindakan yang cepat dan tepat
–Meningkatkan kualitas pelayanan
TINDAKAN TAMBAHAN DI TRIASE
1.memberikan informasi untuk pasien dan keluarga yang datang,
2.memberikan petunjuk kesehatan,
3.menunjukkan arah, 
4.menerima telpon, dan komunikasi.
•perawat triase harus perawat yang berpengetahuan, berpengalaman, dan memiliki kemampuan  
pengkajian cepat (rapid assessment) untuk menentukan tingkatan kegawatan klien
Prioritas Kegawatan di Gawat Darurat
1. Gawat Darurat (mengancam kehidupan)
•Kesulitan bernafas  - cedera kepala berat
•Henti jantung (cardiac arrest)  - keracunan
•Gangguan vertebrata  - shok
•Nyeri dada  - multipel injuri berat
•Luka terbuka dada dan abdomen  - kelainan persalinan
•Perdarahan tidak terkontrol/mayor   - Kejang  
2. Gawat tidak darurat
•Nyeri karena gangguan paru  - luka bakar
•Multipel fraktur   - penurunan kesadaran
•Diare, muntah terus menerus  - panas tinggi
REAKSI EMOSI jkDI UNIT GAWAT DARURAT
•cemas
•kehilangan
CEMAS
•berulang-ulang menanyakan hal tertentu
•gerakan yang berulang-ulang
•mimik muka tidak tenang
•tidak dapat bekerja sama
•meningkat tekanan darah, nadi, pernafasan
Tindakan keperawatan
•kaji tanda-tanda vital pasien
•kaji fokus pembicaraan
•kaji alasan dan tingkat kecemasan
•orientasikan orang, ruang, dan waktu
•jelaskan ketentuan yang berlaku di gawat darurat
•jelaskan program pengobatan dan alasan
•biarkan orang terdekat menemani dan membantu pasien
•bersikap tenang, tidak panik dan tegas
KEHILANGAN
•Menolak/tidak percaya
•Marah
•Tawar menawar
•Depresi
•Menerima
Prinsip tindakan keperawatan adalah untuk keluarga pasien yang meninggal
•cek agama agar dapat memberikan asuhan yang sesuai agama pasien
•empati akan kondisi keluarga; menunjukkan ekspresi muka tenang dan tersenyum, menatap keluarga
•mendengar aktif keluhan
•berdiri di samping keluarga dengan tenang
•memberikan lingkungan yang tenang,
•memberikan dukungan sesuai agama
•merujuk ke tim bina rohani
PENCEGAHAN INFEKSI
Jenis tindakan beresiko penularan:
•Resiko rendah
     Kontak langsung dengan kulit, tidak terpapar darah langsung. Misalnya; melakukan penyuntikan, perawatan luka ringan. Alat pelindung sarung tangan.
•Resiko sedang
    Adanya kemungkinan terkena darah namun tidak ada cipratan. Misalnya; membersihkan ceceran darah, perawatan luka berat, pemasangan infus, penanganan bahan pemeriksaan laboratorium. Alat pelindung; sarung tangan, mungkin perlu baju pelindung
•Resiko tinggi
     Adanya kemungkinan terkena darah dan kemungkinan terciprat, perdarahan masif. Misalnya; tindakan bedah mayor, bedah mulut, penghentian perdarahan masif, persalinan pervagina. Alat pelindung; sarung tangan, gaun pelindung, kaca mata kerja, masker, sepatu bot
KEGIATAN POKOK KEWASPADAAN UNIVERSAL PRECAUTION
•Cuci tangan
•Pemakaian alat-alat pelindung: pemakaian sarung tangan, masker, kacamata pelindung, baju pelindung, sepatu karet/bot, topi
•Menggunakan praktik yang aman
•Pengelolan alat kesehatan bekas pakai
PENGKAJIAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
KARAKTERISTIK
1.Dilakukan secara cepat
2.Dilakukan sesuai dengan prioritas kegawatdarutan
3.Pengkajian fokus pada keadaan pasien
PENGKAJIAN GAWAT DARURAT
APA YANG PERAWAT KAJI?
JENIS PENGKAJIAN
1.UMUM
2.KESADARAN
3.PRIMER
4.SEKUNDER
•PENGKAJIAN UMUM
•Kesan perawat terhadap pasien saat datang
•Sakit berat
•Sakit sedang
•Sakit ringan
PENGKAJIAN KESADARAN: AVPU
•ALERT/SADAR LINGKUNGAN
•VERBAL/MENJAWAB PERTANYAAN
•PAIN/NYERI
•UNRESPONSIVE/TIDAK BEREAKSI
•PENGKAJIAN PRIMER:
•AIRWAY   à bebasnya jalan nafas
•BREATHING  à adekuat pernafasan
•CIRCULATION   à adekuat jantung dan       sirkulasi tubuh
•Korban sadar atau tidak ?
(sumber GELS)
Sadar ® ajak bicara
–jika suara jelas =     airway bebas
Tak sadar ® bebaskan jalan nafas
  - chin lift / head tilt
  - jaw thrust
Ada nafas?                                  
   -lihat, dengar, raba nafas
Tidak ada nafas
   - berikan nafas buatan
-berikan oksigen 
CEK KAROTIS
•Pasien sadar
–raba nadi radialis
•shock ?
–evaluasi perfusi
–ukur tek darah
•Ada nadi carotis
–raba nadi radialis
•shock ?
–evaluasi perfusi
–ukur tek darah
•Pasien tak sadar
–raba nadi carotis
•cardiac arrest ?
•Tidak ada nadi carotis
•Shock ?
•Perfusi :
–pucat - dingin - basah
–cap. refill time lambat (kuku, telapak)
•Nadi > 100
•Tekanan darah < 100 (atau 90) mmHg
CARA MENGKAJI
1.LOOK à LIHAT TANDA TRAUMA, WARNA KULIT, LIHAT PERGERAKAN DADA
2.LISTEN à DENGAR SUARA NAFAS
3.FEEL à RASA ADANYA PERGERAKAN UDARA
•PENGKAJIAN PRIMER
•Kesadaran (bisa bicara?)
•LOOK, LISTEN AND FEEL
•Ada nafas ?
•Gerak dada
•Gerak otot-nafas-tambahan
•Warna kulit, mukosa, kuku
•Cara palpasi nadi
PENGKAJIAN SEKUNDER
RIWAYAT PASIEN:
–S  (signs and symptoms)
–A  (Allergies)
–M (Medications)
–P  (Pertinent past medical history)
–L  (Last oral intake solid liquid)
–E  (Event leading to injury or illness)
PENGKAJIAN NYERI
•P  (Provoked)
•Q  (Quality)
•R  (Radian)
•S  (Severity)
•T  (Time)
TANDA-TANDA VITAL
1.Tekanan darah
2.Irama dan kekuatan nadi
3.Irama, kedalaman dan penggunaan otot bantu pernafasan
4.Suhu tubuh
PENGKAJIAN KEPALA, LEHER & WAJAH
OBSERVASI dan PALPASI
–Kulit kepala
–Wajah
–Mata
–Hidung
–telinga
–Mulut
–Leher
–Nyeri tulang servikal  dan tulang belakang dll.
•Pengkajian dada
•Pengkajian abdomen
•Pengkajian pelvis
•Pengkajian ekstremitas
•Pengkajian tulang belakang
1.Deformitas tulang belakang
2.Tanda-tanda jejas,perdarahan
3.Lecet/ luka
•Pengkajian psikososial
1.Reaksi emosional
2.Riwayat serangan panik
3.Tanda-tanda gangguan psikososial
•Pemeriksaan penunjang
•Radiology dan scaning
•Pemeriksaan laboratorium
•USG dan EKG.

  (Majelis ke 2) FAQIR (Fathur-Rabbany) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ   اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورس...