Rabu, 03 April 2013

Perawatan luka bersih



Perawatan luka bertujuan untuk meningkatkan proses penyembuhan jaringan juga untuk mencegah infeksi. Luka yang sering ditemui oleh bidan di klinik atau rumah sakit biasanya luka yang bersih tanpa kontaminasi misal luka secsio caesaria, dan atau luka operasi lainnya. Perawatan luka harus memperhatikan teknik steril, karena luka menjadi port de entre nya mikroorganisme yang dapat menginfeksi luka.
A.  PERSIAPAN          
1.         Mencuci tangan
2.         Menyiapkan alat-alat dalam baki/trolley
Alat Steril dalam bak instrumen ukuran sedang tertutup:
ü  Pinset anatomis (2 buah)
ü  Pinset chirurgis (2 buah)
ü  Handscoon steril
ü  Kom steril (2 buah)
ü  Kassa dan kapas steril secukupnya
ü  Gunting jaringan/ Gunting Up Hecting (jika diperlukan)
Alat Lain:
ü  Gunting Verband/plester
ü  Plester
ü  Nierbekken (Bengkok)
ü  Lidi kapas
ü  Was bensin
ü  Alas / Perlak
ü  Selimut Mandi
ü  Kapas Alkohol dalam tempatnya
ü  Betadine dalam tempatnya
ü  Larutan dalam botolnya (NaCL 0,9%)
ü  Lembar catatan klien
3.         Setelah lengkap bawa peralatan ke dekat klien
B. MELAKUKAN PERAWATAN LUKA
1.      Mencuci tangan
2.      Lakukan inform consent lisan pada klien/keluarga dan intruksikan klien untuk tidak menyentuh area luka atau peralatan steril.
3.      Menjaga privacy dan kenyamanan klien dan mengatur kenyamanan klien
4.      Atur posisi yang nyaman bagi klien dan tutupi bagian tubuh selain bagian luka dengan selimut mandi.
5.      Siapkan plester untuk fiksasi (bila perlu)
6.      Pasang alas/perlak
7.      Dekatkan nierbekken
8.      Paket steril dibuka dengan benar
9.      Kenakan sarung tangan sekali pakai
10.     Membuka balutan lama
o   Basahi plester yang melekat dengan was bensin dengan lidi kapas.
o   Lepaskan plester menggunakan pinset anatomis ke 1 dengan melepaskan ujungnya dan menarik secara perlahan, sejajar dengan kulit ke arah balutan.
o   Kemudian buang balutan ke nierbekken.
o   Simpan pinset on steril ke nierbekken yang sudah terisi larutan chlorin 0,5%
11.  Kaji Luka:
Jenis, tipe luka, luas/kedalaman luka, grade luka, warna dasar luka, fase proses penyembuhan, tanda-tanda infeksi perhatikan kondisinya, letak drain, kondisi jahitan, bila perlu palpasi luka denga tangan
non dominan untuk mengkaji ada tidaknya puss.
12.  Membersihkan luka:
ü  Larutan NaCl/normal salin (NS) di tuang ke kom kecil ke 1
ü  Ambil pinset, tangan kanan memegang pinset chirurgis dan tangan kiri memegang pinset anatomis ke-2
ü  Membuat kassa lembab secukupnya untuk membersihkan luka (dengan cara memasukkan kapas/kassa ke dalam kom berisi NaCL 0,9% dan memerasnya dengan menggunakan pinset)
ü  Lalu mengambil kapas basah dengan pinset anatomis dan dipindahkan ke pinset chirurgis
ü  Luka dibersihkan menggunakan kasa lembab dengan kassa terpisah untuk sekali usapan. Gunakan teknik dari area kurang terkontaminasi ke area terkontaminasi.
13.  Menutup Luka
§  Bila sudah bersih, luka dikeringkan dengan kassa steril kering yang diambil dengan pinset anatomis kemudian dipindahkan ke pinset chirurgis di tangan kanan.
§  Beri topikal therapy bila diperlukan/sesuai indikasi
§  Kompres dengan kasa lembab (bila kondisi luka basah) atau langsung ditutup dengan kassa kering (kurang lebih 2 lapis)
§  Kemudian pasang bantalan kasa yang lebih tebal
§  Luka diberi plester secukupnya atau dibalut dengan pembalut dengan balutan yang tidak terlalu ketat.
14.  Alat-alat dibereskan
15.  Lepaskan sarung tangan dan buang ke tong sampah
16.  Bantu klien untuk berada dalam posisi yang nyaman
17.  Buang seluruh perlengkapan dan cuci tangan
C.  DOKUMENTASI
1.      Hasil observasi luka
2.      Balutan dan atau drainase
3.      Waktu melakukan penggantian balutan
4.      Respon klien

Mengangkat jahitan luka



PENGERTIAN

Mengangkat / membuka jahitan pada luka yang dijahit

TUJUAN
1. Mencegah terjadinya infeksi dari benang
2. Mencegah tertinggalnya benang

KEBIJAKAN
1. Luka jahit yang sudah waktunya diangkat jahitannya
2. Luka jahitan yang infeksi

PETUGAS
Perawat

PERALATAN

1. Pinset anatomis: 2 buah (steril)
2. Pinset Chirurgis: 2 buah (steril)
3. Gunting angkat jahit: 1 buah (steril)
4. Kassa steril
5. Mangkok kecil: 3 buah (steril)
6. Sarung tangan steril
7. Gunting verband
8. Plester
9. Alkohol 70% dalam tempatnya
10. Iodin povidon solution 10% atau sejenisnya
11. NaCl 0,9%
12. Bengkok: 2 buah, 1 berisi cairan desinfektan
13. Kain pembalut atau verband secukupnya

PROSEDUR
PELAKSANAAN

A. Tahap Pra Interaksi
1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
C. Tahap Kerja
1. Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas
2. Membuka peralatan
3. Memakai sarung tangan
4. Membasahi plester dengan alcohol/wash bensin dan buka dengan menggunakan pinset
5. Membuka balutan lapis terluar
6. Membersihkan sekitar luka dan bekas plester
7. Membuka balutan lapisan dalam
8. Menekan kedua tepi luka (sepanjang luka)
9. Membersihkan luka dengan menggunakan cairan NaCl 0,9%
10. Mendesinfeksi luka dengan Iodine Povidone
11. Meletakkan kassa steril dekat luka
12. Menarik simpul jahitan sedikit keatas secara hati-hati dengan memakai pinset chirurgis, sehingga benang yang berada di dalam kulit kelihatan
13. Menggunting benang dan tarik hati-hati, buang ke kassa
14. Membilas dengan menggunakan cairan NaCl 0,9%
15. Melakukan kompres betadine pada luka / memberi obat / menutup dengan kassa steril
16. Memasang plester pada seluruh tepi kassa (4 sisi)
D. Tahap Terminasi
1. Mengevaluasi hasil tindakan
2. Berpamitan dengan pasien
3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
4. Mencuci tangan
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

  (Majelis ke 2) FAQIR (Fathur-Rabbany) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ   اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورس...