Rabu, 29 Agustus 2012

HORMON DAN SISTEM ENDOKRIN


DEFINISI
Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah.
Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh.

KELENJAR ENDOKRIN
Organ utama dari sistem endokrin adalah:
# Hipotalamus
# Kelenjar hipofisa
# Kelenjar tiroid
# Kelenjar paratiroid
# Pulau-pulau pankreas
# Kelenjar adrenal
# Buah zakar
# Indung telur.

Selama kehamilan, plasenta juga bertindak sebagai suatu kelenjar endokrin.
Hipotalamus melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa; beberapa diantaranya memicu pelepasan hormon hipofisa dan yanglainnya menekan pelepasan hormon hipofisa.

Kelenjar hipofisa kadang disebut kelenjar penguasa karena hipofisa mengkoordinasikan berbagai fungsi dari kelenjar endokrin lainnya.
Beberapa hormon hipofisa memiliki efek langsung, beberapa lainnya secara sederhana mengendalikan kecepatan pelepasan hormon oleh organ lainnya.
Hipofisa mengendalikan kecepatan pelepasan hormonnya sendiri melalui mekanisme umpan balik, dimana kadar hormon endokrin lainnya dalam darah memberikan sinyal kepada hipofisa untuk memperlambat atau mempercepat pelepasan hormonnya.

Tidak semua kelenjar endokrin berada dibawah kendali hipofisa; beberapa diantaranya memberikan respon, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap konsentrasi zat-zat di dalam darah:
# Sel-sel penghasil insulin pada pankreas memberikan respon terhadap gula dan asam lemak
# Sel-sel paratiroid memberikan respon terhadap kalsium dan fosfat
# Medulla adrenal (bagian dari kelenjar adrenal) memberikan respon terhadap perangsangan langsung dari sistem saraf parasimpatis.

Banyak organ yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon, tetapi biasanya tidak disebut sebagai bagian dari sistem endokrin.
Beberapa organ ini menghasilkan zat-zat yang hanya beraksi di tempat pelepasannya, sedangkan yang lainnya tidak melepaskan produknya ke dalam aliran darah.
Contohnya, otak menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama terbatas pada sistem saraf.

Sistem Endokrin
HORMON
Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar atau organ, yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel-sel.
Sebagian besar hormon merupakan protein yang terdiri dari rantai asam amino dengan panjang yang berbeda-beda. Sisanya merupakan steroid, yaitu zat lemak yang merupakan derivat dari kolesterol.
Hormon dalam jumlah yang sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat luas.

Hormon terikat kepada reseptor di permukaan sel atau di dalam sel. Ikatan antara hormon dan reseptor akan mempercepat, memperlambat atau merubah fungsi sel. Pada akhirnya hormon mengendalikan fungsi dari organ secara keseluruhan:
# Hormon mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan, perkembangbiakan dan ciri-ciri seksual
# Hormon mempengaruhi cara tubuh dalam menggunakan dan menyimpan energi
# Hormon juga mengendalikan volume cairan dan kadar air dan garam di dalam darah.

Beberapa hormon hanya mempengaruhi 1 atau 2 organ, sedangkan hormon yang lainnya mempengaruhi seluruh tubuh.
Misalnya, TSH dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dan hanya mempengaruhi kelenjar tiroid. Sedangkan hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid, tetapi hormon ini mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Insulin dihasilkan oleh sel-sel pulau pankreas dan mempengaruhi metabolisme gula, protein serta lemak di seluruh tubuh.

PENGENDALIAN ENDOKRIN
Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon di dalam darah bisa menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi tubuh.
Untuk mengendalikan fungsi endokrin, maka pelepasan setiap hormon harus diatur dalam batas-batas yang tepat.
Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu apakah diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.

Hipotalamus dan kelenjar hipofisa melepaskan hormonnya jika mereka merasakan bahwa kadar hormon lainnya yang mereka kontrol terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Hormon hipofisa lalu masuk ke dalam aliran darah untuk merangsang aktivitas di kelenjar target. Jika kadar hormon kelenjar target dalam darah mencukupi, maka hipotalamus dan kelenjar hipofisa mengetahui bahwa tidak diperlukan perangsangan lagi dan mereka berhenti melepaskan hormon.
Sistem umpan balik ini mengatur semua kelenjar yang berada dibawah kendali hipofisa.

Hormon tertentu yang berada dibawah kendali hipofisa memiliki fungsi yang memiliki jadwal tertentu. Misalnya, suatu siklus menstruasi wanita melibatkan peningkatan sekresi LH dan FSH oleh kelenjar hipofisa setiap bulannya. Hormon estrogen dan progesteron pada indung telur juga kadarnya mengalami turun-naik setiap bulannya.
Mekanisme pasti dari pengendalian oleh hipotalamus dan hipofisa terhadap bioritmik ini masih belum dapat dimengerti. Tetapi jelas terlihat bahwa organ memberikan respon terhadap semacam jam biologis.

Faktor-faktor lainnya juga merangsang pembentukan hormon.
Prolaktin (hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa) menyebabkan kelenjar susu di payudara menghasilkan susu. Isapan bayi pada puting susu merangsang hipofisa untuk menghasilkan lebih banyak prolaktin. Isapan bayi juga meningkatkan pelepasan oksitosin yang menyebabkan mengkerutnya saluran susu sehingga susu bisa dialirkan ke mulut bayi.

Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid, tidak berada dibawah kendali hipofisa. Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.
Misalnya kadar insulin meningkat segera setelah makan karena tubuh harus mengolah gula dari makanan. Jika kadar insulin terlalu tinggi, kadar gula darah akan turun sampai sangat rendah.

Kadar hormon lainnya bervariasi berdasarkan alasan yang kurang jelas.
Kadar kortikosteroid dan hormon pertumbuhan tertinggi ditemukan pada pagi hari dan terendah pada senja hari. Alasan terjadinya hal ini belum sepenuhnya dimengerti.

Senin, 13 Agustus 2012

KISAH TEMPAT TINGGAL RUH

Abu Bakar r.a telah ditanya tentang ke mana ruh pergi setelah ia keluar dari jasad, maka berkata Abu Bakar r.a : "Ruh itu menuju ke tujuh tempat" :-

·    Ruh para nabi dan utusan menuju ke syurga Adnin.
·    Ruh para ulama menuju ke syurga Firdaus.
·    Ruh para mereka yang berbahagia menuju ke syurga Illiyyina.
·    Ruh para syuhadaa berterbangan seperti burung disyurga sekehendak mereka.
·    Ruh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
·    Ruh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.

·    Ruh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.

Telah bersabda Rasulullah S.A.W bahwa : "Tiga kelompok manusia yang akan berjabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah" :-

·    Orang-orang yang mati syahid.
·    Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan Ramadhan.
·    Orang yang puasa hari Arafah.

KISAH KELEBIHAN BERSELAWAT KE ATAS RASULULLAH S.A.W

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, "Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.
Berkata Jibril A.S. : "Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar."
Berkata pula Mikail A.S. : "Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu."
Berkata pula Israfil A.S. : "Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."

Malaikat Izrail A.S pula berkata : "Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi."
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.
Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

Kamis, 26 Juli 2012

TRANSPORT & RUJUKAN PASIEN GADAR

TUJUAN
  Setelah mempelajari bab ini diharapkan dapat menguraikan dan menerapkan prinsip-prinsip rujukan serta harus mampu :
Mengenal penderita trauma yang harus dilakukan rujukan
Melakukan persiapan yang optimal untuk dilakukan rujukan dengan cara transport yang sesuai
Mengetahui RS rujukan yang mampu menangani penderita trauma
MENENTUKAN PERLUNYA RUJUKAN
Kebanyakan penderita trauma dapat dilakukan tindak di RS  setempat
Dalam menentukan rujukan penting diketahui kemampuan dokter dan RS yang akan menerima rujukan
Bila sudah diputuskan dirujuk jangan menunda-nunda rujukan dengan melakukan tindakan diagnostik (misal:DPL CT Scan dsb)
Waktu sangatlah penting dari mulai kejadian sampai dilakukan terapi difinitif
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN RUJUKAN
Jarak antara RS Pusat rujukan
Kesiapan tenaga terampil untuk mendampingi penderita
Peralatan ambulans
Keadaan penderita sebelum dan selama transport
FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI DASAR UNTUK RUJUKAN
Kriteria fisiologis à penderita syock yang sulit diatasi dengan penurunan keadaan neurologis
Pola perlukaan
Biomekanik trauma
Masalah khusus
  Sebaiknya stabilkan dulu keadaan penderita kemudian dilakukan rujukan
KESULITAN DALAM MELAKUKAN RUJUKAN
Penderita dalam keadaan gelisah dengan tidak kooperatif akan sangat sulit, kadang-kadang penderita diikat kuat
Pemberian sedativa pada penderita tersebut sebaiknya dilakukan intubasi
KESULITAN DALAM MELAKUKAN RUJUKAN
Sebelum memberikan sedativa sebaiknya :
Masalah ABCDE sudah teratasi
Mengurangi rasa nyeri dgn memasang  pd penderita fraktur & pemberian narkotik dgn dosis kecil
Menghentikan pendarahan dgn balutan
Usahakan menenangkan penderita.
PATUT DI INGAT
Pemberian benzo-diazopam, fentanyl,propofol dengan ketamin berbahaya bila diberikan pada penderita dengan syock intoksikasi dan trauma kapitis
Bila ragu-ragu serahkan pada ahlinya
Pemakai alkohol/obat-obatan lain sering ditemukan pada penderita trauma à harus dikenali karena mungkin dapat mengurangi rasa nyeri dan menghilangkan gejala
Perubahan tingkat kesadaran dapat dipengaruhi oleh alkohol dan obat-obatan
CARA RUJUKAN
Dokter/perawat yang mengirim bertanggung jawab untuk memulai rujukan yaitu :
  - cara transport harus dipilih yang sesuai
  - perawatan dalam perjalanan
  - komunikasi dengan RS dirujuk
  - penderita dalam keadaan stabil saat akan   dirujuk
  - laporkan prosedur tindakan yang telah dilakukan
CARA RUJUKAN
Dokter/perawat yang dirujuk
ØYakinkan bahwa RS mampu menerima penderita
ØBersedia untuk menerima
ØSebaiknya dapat membantu memilih cara transport
ØKomunikasi dapat membantu keamanan dalam transport penderita
CARA TRANSPORT
Prinsip DO NO Further Harm sangat berperan
Udara-darat,laut dapat dilakukan dengan aman
Stabilkan penderita sebelum dilakukan transport
Persiapkan tenaga yang terlatih agar proses transport berjalan dengan aman
PROTOKOL RUJUKAN
1.Sebelum melakukan rujukan harus melakukan komunikasi dengan memberikan informasi ke RS rujukan tentang :
Identitas penderita ;nama, umur, kelamin,dll
Hasil anamnesa penderita dan termasuk data pra RS
Penemuan awal pemeriksaan dengan respon terapi
PROTOKOL RUJUKAN
2.  Informasi untuk petugas pendamping
Pengelolaan jalan nafas
Cairan yang telah/akan diberikan
Prosedur khusus yang mungkin diperlukan
GCS, resusitasi, dan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dalam perjalanan.
PROTOKOL RUJUKAN
3. Dokumentasi
Harus disertakan dengan penderita :
-Permasalahan penderita
-Terapi yang telah diberikan
-Keadaan penderita saat akan dirujuk
-Sebaiknya dengan fax agar data lebih cepat sampai
PROTOKOL RUJUKAN
4.Sebelum rujukan
  Sebelum dirujuk stabilkan dulu penderita, yaitu :
Airway  : pasang OPA bila perlu intubasi
Breathing : tentukan laju pernafasan, oxygen bila perlu ventilasi mekanik
Circulation : Kontrol pendarahan
Pasang infus bila perlu 2 jalur
Tentukan jenis cairan
Perbaiki kehilangan darah, bila perlu teruskan selama transportasi
Pemasangan kateter urin
Monitor kecepatan dan irama jantung
Berikan diuretik bila diperlukan.
Bila Curiga Ada Cedera Cervikal Dan Tulang Belakang
Luka : - hentikan pendarahan dengan balutan dan tehnik lainnya
        - profilaksis tetanus
        - antibiotik bila perlu
Fraktur : pasang bidai atau traksi
5. Pegelolaan selama transport
  Petugas pendamping harus :
Monitor, tanda-tanda vital bila tersedia, pasang pulse oxymetry
Bantu kardio respirasi bila diperlukan
Pemberian darah bila diperlukan
Pemberian obat-obatan sesuai instruksi dokter atau sesuai protap
Melakukan komunikasi dengan dokter selama transportasi
Dokumentasi
PERMASALAHAN
Pemindahan penderita dari satu tempat ke tempat lain tanpa mempertimbangkan jarak selalu berbahaya
Harus dipikirkan masalah yang akan timbul selama transportasi. Misal : ETT tercabut, pemakai monitor jantung, penggunaan listrik yang tidak cocok
Terjadi penurunan tingkat kesadaran atau hemodinamika
Data dengan hasil pemeriksaan tertinggal
KESIMPULAN
Prinsip utama pelayanan trauma DO NO FURTHER HARM
Harus ada komunikasi antar RS yang merujuk dengan yang dirujuk
Petugas/perawat pendamping harus sudah terlatih dengan baik dibidang gawat darurat
PERSYARATAN AMBULANS
Suspensi lunak
Cukup tinggi
Ruangan cukup luas
Kalau bisa muat 2 penderita paling sedikit
Pakai pendingin/AC
Identitas jelas
ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN
Tempat tidur/blankard
Tandu scoop
Vacum matras/LSB SSB
Alat resusitasi
Alat monitor jantung
Obat-obat resusitasi
Dll
MASALAH DALAM EVAKUASI MEDIS
MASALAH YANG MUNGKIN TERJADI DALAM EVAKUASI
Dapat berupa :
  - Darat
  - Udara
  - Laut / air
1.Melalui darat & laut tidak terlalu banyak masalah hanya waktu lebih lama
2.Melalui udara mempunyai masalah tersendiri yang harus dikuasai oleh tim medis yang melakukannya.
Sebelum Melakukan Evakuasi Harus Dipikirkan
Apakah pasien perlu dirujuk ?
Cara transportasinya ?
PASIEN-PASIEN YANG HARUS DIRUJUK
1.Bayi Prematur dengan komplikasi yang memerlukan fasilitas (NICU)‏
2.Pasien hamil dengan resiko tinggi
3.Infark miokard, terutama yang tidak stabil COPD keracunan obat, syok septik dengan pasien HD
4.Pasien Trauma dengan kelaianan neurologi, luka bakar >30%
5.Pasien psikiatri dapat ditolak dipenerbangan
PENYAKIT YANG DAPAT TIMBUL DI UDARA
HIPOKSIA
  Dapat terjadi karena :
  1. Kadar oksigen menurun
  2. Menurunnya suplay oksigen dalam darah
  - COPD
  - Odema paru
  - Pneumoni
  - Emboli paru
  3. Menurunnya kemampuan darah          mentransport O2.
    - Anemia
    - Keracunan CO, dll
  4. Menurunnya suplay O2 ke jaringan
    - Syok 
    - Nyeri 
    - Perfusi jaringan menurun karena luka bakar “Frostbite”.
  5. Menurunnya kemampuan sel mempergunakan O2
    - Keracunan sianida
    - Mabuk alkohol
    - Bahan hitotostik lain
TOTAL CARE
  Dapat dipakai dalam persiapan atau selama transport :
  1. Diagnosa
   - Pemeriksa fisik
   - Pemeriksa lab
  2. Apakah harus di evakuasi
  3. Kontra indikasi
  4. Cara evakuasi
  5. Timing evakuasi
  6. Problem pra evakuasi
  7. Problem selama evakuasi
  8. Problem pasca evakuasi
  9.Follow up setelah keluar RS

  (Majelis ke 2) FAQIR (Fathur-Rabbany) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ   اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورس...