Selasa, 25 Juli 2017

ALLAH SWT MAHA PENGAMPUN

Di zaman Nabi Musa ada seorang fasik yang suka melakukan kejahatan. Penduduk negeri tersebut tidak mampu lagi mencegah perbuatannya, lalu mereka berdoa kepada Allah. Maka Allah telah mewahyukan kepada Nabi Musa supaya mengusir pemuda itu dari negerinya agar penduduknya tidak ditimpa bencana. Lalu keluarlah pemuda tersebut dari kampunganya dan sampai disuatu kawasan yang luas, dimana tidak seekor burung atau manusia pun di situ.
Selang beberapa hari pemuda itu jatuh sakit. Merintihlah ia keseorangan, lalu berkata: "Wahai Tuhanku, kalaulah ibuku, ayahku dan isteriku berada di sisiku sudah tentu mereka akan menangis melihat waktu akan memisahkan aku dengan mereka (mati). Andaikata anak-anakku ada di sisi pasti mereka berkata: "Ya Allah, ampunilah ayah kami yang telah banyak melakukan kejahatan sehingga ia diusir dari kampungnya ke tanah lapang yang tidak berpenghuni dan keluar dari dunia menuju akhirat dalam keadaan putus asa  dari segala sesuatu kecuali rahmat-Mu ya Allah."
Akhir sekali pemuda itu berkata: Ya Allah, janganlah Kau putuskan aku dari rahmat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa terhadap sesuatu." Seterlah berkata maka matilah pemuda itu.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Musa, firmannya: "Pergilah kamu ke tanah lapang di sana ada seorang wali-Ku telah meninggal. Mandikan, kapankan dan sembahyangkanlah dia." Setiba di sana Nabi Musa mendapati yang mati itu adalah pemuda yang diusirnya dahulu. Lalu Nabi Musa berkata: "Ya Allah, bukankah dia ini pemuda fasik yang Engkau suruh aku usir dahulu." Allah berfirman: "Benar. Aku kasihan kepadanya disebabkan rintihan sakitnya dan berjauhan dari kaum keluarganya. Apabila seseorang yang tidak mempunyai saudara mati, maka semua penghuni langit dan bumi akan sama menangis kerana kasihan kepadanya. Oleh kerana itu bagaimana Aku tidak mengasihaninya sedangkan Aku adalah zat Yang Maha Penyayang di antara penyayang."

Rabu, 19 Juli 2017

AIR ZAM ZAM

Salah satu keajaiban yang bisa disaksikan selama berabad-abad adalah sumur air zam zam. Sumber mata air itu terus mengalir meskipun puluhan juta liter diambil setiap musim haji dan jutaan liter lainnya di bulan-bulan biasa.

Seperti diketahui, jumlah jamaah haji rata-rata dalam 10 tahun terakhir mencapai 2,5 juta orang per tahun. Jika masing-masing membawa air zam zam 5 liter ke negaranya, maka ada 12,5 juta liter air zam zam yang diangkut ke berbagai negara. Sedangkan selama di Makkah, 2,5 juta jamaah haji bisa menghabiskan 50 juta liter.


Pada bulan-bulan selain Dzulhijjah, air zam zam tetap diambil. Untuk jamaah umrah hingga untuk suplai ke berbagai masjid di Arab Saudi. Anehnya, meskipun setiap saat dikuran, air zam zam tetap mengalir dan tak pernah kering.

Apa rahasianya? Pada tahun 1971, seorang doktor dari Mesir membuat pernyataan kepada Pers Eropa bahwa air zam zam tidak sehat untuk diminum. Ia berdalih, kota Mekah berada di bawah garis permukaan laut. Kesimpulannya, air zam zam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur zam zam.


Ketika berita yang berpotensi merugikan dunia Islam ini didengar oleh Raja Faisal, ia amat marah kemudian memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidikinya. Maka dikirimlah sampel air zam zam ke laboratorium-laboratorium di Eropa.

Hasil penelitian itu menunjukkan menunjukkan bahwa air zam zam mengandung zat fluorida yang memiliki daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah, kandungan kalsium dan garam magnesium pada air zam zam lebih banyak daripada sumur lainnya. Tak heran jika jamaah haji yang kelelahan lalu minum air zam zam, mereka merasakan kesegaran kembali.

Hasil penelitian tersebut secara otomatis membantah pernyataan doktor Mesir itu. Ia tidak bisa lagi menuduh macam-macam atas air zam zam setelah penelitian tersebut dipublikasikan.

Yang mengherankan dan masih menjadi misteri, sumur air zam zam adalah sumur yang sangat kecil untuk ukuran jutaan liter tiap bulan dan tidak pernah kering sejak 14 abad silam.

Thariq Hussain, seorang insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidiki sumur air zam zam. Ternyata “kolam” sumur yang tak pernah kering itu hanya berukuran 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter).

Berapa kedalamannya? Thariq menyuruh asistennya yang memiliki tinggi badan 5 feet 8 inci untuk memeriksa. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu asisten tersebut. Thariq dan asistennya juga mencari jika ada cerukan atau saluran pipa di bawah sana. Ternyata tidak ada apapun!

Thariqlah yang kemudian mengambil sampel air zam zam tersebut dan dibawa ke Eropa untuk diuji. Hasilnya seperti di atas. Air zam zam terbukti bersih dan menyehatkan. Uji laboratorium telah membuktikan. Yang masih menjadi misteri hingga kini, bagaimana sumur sekecil itu bisa mengeluarkan jutaan liter air selama berabad-abad dan tak pernah kering di saat sumur-sumur lain di kota Makkah –termasuk saat Thariq memeriksanya- sedang mengalami kekeringan.

Mulai tahun 1994, sumur air zam zam dikelola lebih modern dengan menambahkan saluran agar air zam zam bisa ditampung lebih banyak untuk melayani jamaah haji, umrah dan penduduk tanah suci. Pompa pun telah ditambahkan. Air zam zam lebih banyak digunakan, namun sumur ajaib itu tak pernah kering. Insya Allah tetap mengalir hingga khir zaman. 

Berapa Juta Liter Air Zam-Zam?
Berapa banyak air zam-zam yang di ambil setiap kali musim haji? Mari kita kira secara rambang, Jemaah haji yang datang dari seluruh pelusok dunia pada setiap musim haji dewasa ini berjumlah lebih kurang dua juta orang.
Semua jemaah diberi 5 liter air zam-zam ketika pulang ke tanah airnya, jika 2 juta orang membawa pulang masing- masing 5 liter air zam-zam ke negaranya, ini sahaja sudah menjadi 10 juta liter.
Disamping itu sepanjang berada di Mekah dan kebanyakannya jemaah tinggal 25 hari dan setiap orang menghabiskan 1 liter sehari maka jumlahnya sudah 50 juta liter !!.
Keanehan Air Zam-Zam
Pada tahun 1971, seorang doktor dari Mesir mengatakan kepada akhbar di Eropah bahawa air zam-zam tidak sihat untuk diminum.
Pendapatnya berdasarkan bahawa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut, Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari telaga air zamzam. Masya Allah.
Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang kemudian memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini dan menghantar sampel air zam-zam ke Laboratorium-laboratorium di Eropah untuk diuji.
Tariq Hussain seorang jurutera kimia yang bekerja di Institut Penapisan Air Laut untuk diminum di Jedah, mendapat tugas menyelidikinya.
Pada masa memulakan tugasnya Tariq belum ada gambaran bagaimana telaga air zam-zam boleh menyimpan air yang begitu banyak seperti tidak ada hadnya.
Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat terkejut apabila melihat bahawa ukuran “kolam” telaga itu hanya 18 x 14 kaki saja (Kira-kira 5 x 4 meter).
Tidak terbayang bagaimana telaga sekecil ini boleh mengeluarkan jutaan galen air setiap kali musim haji, dan ini berlaku sejak ribuan tahun yang lalu semenjak zaman Nabi Ibrahim AS.
Penyelidikan menunjukkan bahawa mata air zam-zam boleh mengeluarkan air sebanyak 11-18 liter air per saat, dengan demikian setiap minit 660 liter air akan dihasilkan, itulah yang mengejutkan.
Tariq mula mengukur kedalaman air telaga dan meminta pembantunya masuk ke dalam air, ternyata air telaga itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 kaki 8 inci.
Lalu dia menyuruh pembantunya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran paip di dalamnya. Setelah memeriksa dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tidak menemui apapun!.
Dia berfikir mungkin sahaja air telaga ini diambil dari luar melalui saluran pam berkapisiti besar, jika itu keadaannya maka dia boleh melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba.
Tetapi dugaannya meleset, beliau tidak menemui gerakan air yang mencurigakan, juga tidak menemui ada alat yang boleh mendatangkan air dalam jumlah besar.
Seterusnya dia minta pembantunya masuk lagi ke dalam telaga, lalu menyuruh berdiri dan diam ditempatnya sambil mengamati sekelilingnya.
Perhatikan dengan cermat dan laporkan apa yang terjadi walau sekecil apapun, setelah melakukan proses ini dengan cermat, pembantunya tiba-tiba mengangkat kedua tangannya sambil berteriak:
“Alhamdulillah, Saya temuinya ! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku, dan air itu keluar dari dasar telaga”.
Lalu pembantunya diminta berpusing mengelilingi telaga ketika tiba masa pengepaman air (untuk disalurkan ke tempat pengagihan air) berlaku. Dia merasakan bahawa air yang keluar dari dasar telaga sama besarnya seperti sebelum tempoh pengepaman.
Aliran air yang keluar besarnya sama di setiap titik di semua kawasan, ini menyebabkan permukaan telaga itu stabil tidak ada goncangan yang besar.
Mengandungi Zat Anti Kuman
Hasil penyelidikan sampel air di Eropah dan Arab Saudi menunjukkan bahawa air zam-zam mengandungi zat fluorida yang ada daya efektif membunuh kuman, sama seperti sudah mengandungi ubat.
Lalu perbezaan air zam-zam dibandingkan dengan air telaga lain di Mekah dan sekitar Arab adalah dalam hal kuantiti kalsium dan garam magnesium.
Kandungan kedua-kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zam-zam, mungkin sebab itulah air zam-zam dapat menyegarkan bagi jemaah yang keletihan.
Keistimewaan lain komposisi dan rasa kandungan garamnya sentiasa stabil sentiasa sama dari sejak terbentuknya telaga ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang setiap tahun.
Boleh Menyembuhkan Penyakit
Nabi saw menjelaskan: ”Sesungguhnya, air zam-zam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandungi gizi”.
Nabi saw menambahkan: “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).
Dalam penyelidikan ilmiah yang dilakukan di laboratorium Eropah, terbukti bahawa air zamzam memang lain dari yang lain. Kandungan airnya berbeza dengan telaga-telaga yang ada di sekitar Makah.
1. Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi dibanding telaga lain, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan kesan penyembuhan.
2. Air Zam-zam juga mengandungi zat fluorida yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman yang terdapat dalam kandungan airnya.
3. Yang juga menakjubkan adalah tidak ada sedikit pun lumut di telaga ini. Air Zam-zam sentiasa bebas dari pencemaran kuman.
4. Ajaibnya lagi, pada masa semua telaga air di sekitar Mekah dalam keadaan kering, telaga air zam-zam tetap berair. Dan air zam-zam memang tidak pernah kering sepanjang zaman.
Beberapa ulama fiqah mencadangkan agar jemaah haji membawa air zam-zam ketika pulang ke negaranya kerana air zam-zam boleh jadi sebagai ubat untuk penyembuhan.
Ini terbukti ramai jemaah dari negara umat Islam mahupun negara lain yang pernah merasakan keajaiban air zam-zam.
Air zam zam merupakan air yang diambil dari sumur zam zam yang ada di tanah suci Mekah. Sebagaimana buah kurma, air zam zam juga biasa dijadikan oleh-oleh oleh mereka yang baru saja menunaikan ibadah haji.
Ada banyak sekali manfaat air zam zam yang dipercaya baik secara tradisional ataupun secara medis. Secara tradisional air ini memiliki nilai historis yang tinggi khususnya bagi mereka yang beragama Islam. Sementara itu secara ilmiah medis, air zam zam juga dipercaya memiliki kandungan yang berbeda dengan air segar lainnya.
Keajaiban Air Zam-ZamSelain itu, air zam-zam juga mengandungi iodin, sulfat dan nitrat. Kandungan makronutrien yang tinggi khususnya magnesium, sodium dan potassium menyebabkan air zam-zam bersifat nutritif berbanding sumber lain, inilah yang membuatkan air zam-zam dapat menyegarkan para jemaah haji yang meminumnya dan memberi ketahanan anbodi kepada orang yang meminumnya. Di sini saya tunjukkan perbandingan unsur-unsur yang terdapat di dalam air zam-zam dengan air mineral:
PERBANDINGAN UNSUR KIMIA:
Antara air ZAM ZAM ( Mg/l ) ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,dan air MINERAL
* Klorida (cl) 159,75 ,………………………………………………..Mineral : 30
* Sulfat (SO24) 140 ,………………………………………………..Mineral : 27
* Nitrat (NO3) – ,…………………………………………………….Mineral : 15
* Nitrit (NO2) 0,045 ,………………………………………………..Mineral : -
* Bikarbonat (HCO3) 398,22,…………………………………………Mineral : 32
* Flour (F) – ,………………………………………………………..Mineral : 0,7
* Besi (Fe) tak terdeteksi …………………………………………..Mineral : 0
* Mangan (Mn) 0,014…………………………………………………Mineral : -
* Natrium (Na) 318,0 ,……………………………………………….Mineral : 20
* Kalium (Ca) 182,2 …………………………………………………Mineral : 3
* Zat Padat Terlarut (TDS) 858 ,…………………………………….Mineral : 170
* Magnesium (Mg) 6,86………………………………………………Mineral : 5
* Zat Organik 2,79-………………………………………………….Mineral : -
* Jumlah Mikro Organisme (TPK) 38 kolom/ml -…………………….Mineral : -
* PH 7,3……………………………………………………………..Mineral : 7,2

Jadual di atas kita dapat lihat perbezaan yang sangat ketara di antara unsur-unsur yang terdapat dalam air zam-zam dengan unsur yang terdapat dalam air mineral, air zam-zam mempunyai kualiti yang sangat tinggi dan tidak dapat di tandingi oleh mana-mana air.

Rabu, 31 Mei 2017

Qadha’ dan Qadar

Saya memang suka mengoleksi buku, khususnya buku Islam, apalagi jika sedang ada masalah berat, sekali ke toko buku bisa pulang membawa 10 buku sekaligus  . Dari semua koleksi buku Islam saya, buku inilah yang paling sering saya buka dan baca kembali, buku dari Dr. Aidh al Qarni ini mempunyai tebal 567 halaman. Saya sangat menyukai cara penulisan beliau, khususnya cara beliau menyampaikan cerita dan mengutip Al Qur’an dan Hadits. Tidak salah jika buku ini mendapatkan gelar buku terlaris di dunia. Ketika saya merasa sangat sedih, bahkan buku ini dapat mengobati kesedihan seberat apapun hanya dengan membaca beberapa halamannya kembali, seolah-olah saya mempunyai seorang yang bisa menasehati dan menenangkan saya kapanpun. Bandingkan jika saya mem-posting kesedihan (kegalauan) itu di Facebook? mungkin saya akan bertambah sedih hehe
Dalam tulisan ini saya tidak berniat untuk me-review keseluruhan isi buku ini, atau istilahnya membedah buku. Saya hanya ingin mengutip beberapa kalimat yang terus saya ingat selama memiliki buku ini.
Tulisan beliau yang ini tentang bagaimana kita menyikapi permasalahan di dunia dan apa resep kebahagiaan 
Dalam sebuah hadits sahih disebutkan: “Seandainya dunia ini di sisi Allah sama nilainya dengan sayap seekor nyamuk, niscaya Allah tidak akan pernah memberi minum seorang kafir walau seteguk air”. Menurut Allah, dunia tidak lebih berharga dari sayap seekor nyamuk. Inilah hakikat dunia, nilai dan timbangannya disisi Allah. Lalu mengapa harus takut dan resah karenanya?
Kebahagiaan adalah Anda merasa aman dengan diri, masa depan, keluarga, dan kehidupan Anda sendiri. Dan, semua ini terhimpun dalam keimanan, ridha kepada Allah, ridha terhadap ketentuan-Nya, dan qana’ah (merasa cukup dengan apa yang ada).
Kalau yang ini halaman yang selalu pertama saya buka kalau sedang dilanda masalah dan kesedihan berat, hehe
Mengapa Harus Bersedih Jika Anda Memiliki Enam Resep?
1.             Percaya sepenuhnya kepada Allah.
2.             Kesadaranku bahwa semua yang telah Allah takdirkan akan terjadi.
3.             Sabar adalah senjata paling ampuh yang dipergunakan oleh orang-orang yang mendapat ujian.
4.             Jika saya tidak sabar lalu apa yang bisa saya lakukan. Dan saya tidak akan terbantu hanya dengan perasaan resah.
5.             Mungkin saja saya akan berada dalam kondisi yang lebih jelek darpada kondisi saya sekarang ini.
6.             Dari waktu ke waktu jalan keluar akan selalu terbuka.
Kalau halaman yang ini halaman favorit saya untuk dibaca berulang-ulang kapanpun akan membuat hati lega.
Qadha’ dan Qadar
“Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan dia telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.” (QS. Al-Hadid: 22)
Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan. Maka,
“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami.”“ (QS. At-Taubah: 51)
Apa yang membuat Anda benar, maka tak akan membuat Anda salah. Sebaliknya, apa yang membuat Anda salah, maka tidak akan membuat Anda benar. Jika keyakinan tersebut tertanam kuat pada jiwa Anda dan kukuh bersemayam dalam hati Anda, maka setiap bencana akan menjadi karunia, setiap ujian menjadi anugerah, dan setiap peristiwa menjadi penghargaan dan pahala.
“Barangsiapa yang oleh Allah dikehendaki menjadi baik maka ia akan diuji oleh-Nya.” (Al Hadits)
Percayalah dengan kebenaran qadha’ sebelum Anda dilanda banjir penyesalan. Dengan begitu, jiwa Anda akan tetap tenang menjalani segala daya upaya dan cara yang memang harus ditempuh. Dan bila kemudian terjadi hal-hal yang tidak Anda inginkan, maka itu pun merupakan bagian dari ketentuan yang memang harus terjadi. Jangan pula pernah berandai, “Seandainya saja aku melakukan seperti ini, niscaya akan begini dan begini jadinya.” Tapi katakanlah,

“Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan.” (Al-Hadits)

Rabu, 28 Desember 2016

PENCURI DAN ABID (ORANG YANG KUAT IBADAT)

Di zaman Nabi Musa a.s. ada seorang hamba Allah yang kerjanya mencuri. Sudah 40 tahun dia mencuri. Suatu hari, dia terlihat Nabi Musa a.s. sedang berjalan. Terlintas di hatinya untuk berjalan bersama Nabi Musa a.s. Katanya; “ Kalau aku dapat berjalan bersama Nabi Musa, mudah-mudahan ada juga berkatnya untuk aku.”
Tetapi setelah difikirkannya semula, dia tidak jadi melangsungkan niatnya itu. Dia berkata, “Aku ini pencuri. Manalah layak pencuri macam aku ini berjalan bersama seorang nabi.” Sejurus kemudian, dia terlihat pula seorang abid berlari-lari anak mengejar Nabi Musa a.s. dari belakang. Si abid ini telah beribadah secara istiqamah selama 40 tahun dan dikenali orang. Si pencuri itu berkata di dalam hatinya, “Baik aku berjalan bersama si abid ini. Moga-moga ada juga baiknya untuk aku.”
Lantas si pencuri menghampiri si abid dan meminta kebenaran untuk berjalan bersamanya. Apabila ternampak sahaja si pencuri, si abid terkejut dan terus merasa takut. Dia berkata di dalam hatinya, “Celaka aku! Kalau si pencuri ini berjalan bersama aku, takut-takut nanti rusak segala kebaikan dan amalanku.”
Si abid terus berlari laju supaya si pencuri tidak dapat ikut. Si pencuri tadi terus mengikut si abid kerana hendak berjalan bersamanya. Akhirnya kedua-dua mereka sampai serentak kepada Nabi Musa a.s.
Nabi Musa a.s. terus berpaling dan bersabda kepada mereka berdua, “ Aku baru sahaja mendapat wahyu dari Allah Taala supaya memberitahu kamu berdua bahawa segala amalan baik dan buruk kamu telah dimansuhkan oleh Allah.” Maka terkejutlah si abid dan si pencuri tadi. Berbahagialah si pencuri kerana segala dosanya mencuri selama 40 tahun telah diampunkan oleh Allah. Celaka dan dukacitalah si abid kerana segala amalan dan ibadahnya selama 40 tahun telah ditolak dan tidak diterima oleh Allah.
Rupa-rupanya si pencuri itu, walaupun kerjanya mencuri, dia tidak suka akan perbuatannya itu. Dia miskin dan tanggungannya banyak. Masyarakat ketika itu sudah rusak dan orang kaya enggan membantu fakir miskin. Dia mencuri kerana terpaksa. Oleh itu, setiap kali dia mencuri, dia amat merasa bersalah dan berdosa. Jiwanya tersiksa dan menderita. Selama 40 tahun dia menanggung rasa berdosa itu dan selama itu juga jiwanya parah menanggung derita. Selama 40 tahun hatinya merintih meminta belas kasihan, keampunan dan mengharapkan kasih sayang Tuhan
Si abid pula, amat yakin ibadahnya mampu menyelamatkan-nya. Dia yakin ibadahnya akan dapat membeli Syurga. Setiap kali dia beribadah, dia rasa dirinya bertambah baik. Setiap kali dia beribadah, dia rasa dirinya bertambah mulia. Selama 40 tahun si abid ini mendidik hatinya supaya merasa lebih baik dan lebih mulia setiap kali dia membuat ibadah. Hingga dia rasa tidak layak bergaul, apalagi berjalan bersama orang yang hina dan berdosa. Dia rasa dia hanya layak berjalan bersama para Nabi.
Maha Suci Allah yang mengetahui segala isi hati manusia. Yang tidak melihat akan amalan-amalan lahir tetapi apa yang ada di dalam hati. Yang menilai hamba-Nya mengikut apa yang termampu oleh hamba-Nya dan tidak lebih dari itu. Yang menguji manusia dengan kesusahan dan nikmat untuk mengetahui siapa di kalangan hamba-hamba-Nya yang benar-benar berjiwa hamba dan merasa bahawa Allah itu Tuhannya.

KISAH UQA'IL DENGAN RASULULLAH S.A.W.

Pada suatu hari Uqa'il bin Abi Thalib telah pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad s.a.w. Pada waktu itu Uqa'il telah melihat peristiwa ajaib yang menjadikan hatinya bertambah kuat di dalam Islam dengan sebab tiga perkara tersebut. Peristiwa pertama adalah, bahwa Rasulullah s.a.w. akan mendatangi hajat yakni membuang air besar dan di hadapannya terdapat beberapa batang pohon. Maka baginda s.a.w. berkata kepada Uqa'il, "Hai Uqa'il teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katalah kepadanya, bahwa sesungguhnya Rasulullah berkata; Agar kamu semua datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya, karena sesungguhnya baginda akan mengambil air wuduk dan buang air besar."
Uqa'il pun keluar dan pergi mendapatkan pohon-pohon itu dan sebelum dia menyelesaikan tugas itu ternyata pohon-pohon sudah tumbang dari akarnya serta sudah mengelilingi di sekitar baginda s.a.w. Peristiwa kedua adalah, bahwa Uqa'il berasa haus dan setelah mencari air ke mana pun jua namun tidak ditemui. Maka baginda s.a.w. berkata kepada Uqa'il bin Abi Thalib, "Hai Uqa'il, dakilah gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, "Jika padamu ada air, berilah aku minum!"
Uqa'il lalu pergilah mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang telah disabdakan baginda itu. Maka sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya, "Katakanlah kepada Rasulullah, bahwa aku sejak Allah S.W.T menurunkan ayat yang bermaksud : ("Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (siksa) api neraka yang umpannya (bahan bakar) dari manusia dan batu)." "Aku menangis dari sebab takut kalau aku menjadi batu itu maka tidak ada lagi air padaku."
Peristiwa yang ketiga ialah, bahwa ketika Uqa'il sedang berjalan dengan Nabi, tiba-tiba ada seekor unta yang meloncat dan lari ke hadapan Rasulullah, maka unta itu lalu berkata, "Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu." Unta masih belum selesai mengadukan halnya, tiba-tiba datanglah dari belakang seorang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus. Melihat orang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus, Nabi Muhammad s.a.w. berkata, "Hendak mengapakah kamu terhadap unta itu ?"
Jawab orang kampung itu, "Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harga yang mahal, tetapi dia tidak mau taat atau tidak mau jinak, maka akan kupotong saja dan akan ku manfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan)." Rasulullah s.a.w. bertanya, "Mengapa engkau mendurhakai dia?" Jawab unta itu, "Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak mendurhakainya dari satu pekerjaan, akan tetapi aku mendurhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk. Karena kabilah yang dia termasuk di dalam golongannya, sama-sama tidur meninggalkan shalat Isya'. Kalau sekiranya dia mau berjanji kepada engkau akan mengerjakan shalat Isya' itu, maka aku berjanji tidak akan mendurhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah menurunkan siksa-Nya kepada mereka sedang aku berada di antara mereka."

Akhirnya Nabi Muhammad s.a.w. mengambil perjanjian orang Arab kampung itu, bahwa dia tidak akan meninggalkan shalat Isya'. Dan baginda Nabi Muhammad s.a.w. menyerahkan unta itu kepadanya. Dan dia pun kembali kepada keluarganya.

Rabu, 27 Januari 2016

Syaraf ini hanya dialiri darah jika kita bersujud


Allahu akbar, sungguh menakjubkan tanda kebesaran-Nya pada tubuh kita yang satu ini. Bahkan, penemuan bagian syaraf yang hanya dimasuki darah secara optimal saat shalat ini menghantarkan pakar neuroscience Prof. Dr. Fidelma O’Leary dari St. Edwards University di Amerika Serikat menuju Islam.
Hal tersebut terjadi pasca ia meneliti hubungan antara shalat dengan kesehatan. Tanpa diduga, beberapa keajaiban ditemukannya dalam penelitian itu. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal pikiran. Demikian Arrahmah adaptasi dari K76 pada Rabu (15/7/2015).
Ia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam, ia amat yakin akan pengobatan Islami (thibbun Nabawi) dan telah memotivasinya untuk mendirikan sebuah klinik yang bertemakan ‘Pengobatan melalui Al-Quran. Lewat kajian pengobatan melalui Al-Quran, obat-obatannya berdasarkan apa yang terdapat di dalam Al-Quran. Di antara kaidah-kaidah thibbun Nabawi yang digunakan termasuk berpuasa, madu lebah, habbatus sauda (black seed) dan sebagainya.
Ketika ditanya bagaimana ia tertarik untuk memeluk Islam, ia mengatakan bahwa semasa beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki oleh darah secara optimal. Padahal, setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Pasca penelitian itu, beliau mendapati darah tidak memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara optimal, melainkan pada saat seseorang itu sedang sujud semasa mengerjakan shalat. Hal inilah yang menjadikannya mantap memeluk Islam.

Sujudlah maka otakmu akan menjadi sehat (Foto: K76)
Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk beberapa waktu yang tertentu saja. Ini bermaksud bahwa darah hanya akan memasuki urat tersebut secara optimal mengikuti kadar shalat waktu yang diwajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah. Allah membuka tabir keajaiban sujud pada gerakan shalat sehingga menyakinkan para pemeluk-Nya untuk melakukan hal-hal yang di serukan-Nya demi kebaikan umat-Nya.
Jika seseorang tidak menunaikan shalat, otaknya tidak akan dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karenanya, kejadian pada otak manusia ini sebenarnya adalah bukti untuk menganuti agama Islam ‘sepenuhnya’. Hal itu karena sifat fitrah penciptaannya memang telah “by design” dikaitkan oleh Allah dengan ritual ibadah pada agama-Nya yang indah ini.
Dengan demikian, tidak mengherankan jika semakin banyak orang memeluk Islam, karena begitu banyak keajaiban dan kebenaran agama Islam. Maka sebagai pemeluknya kita harus bangga dan sebagai umatnya harusnya kita menyadari bahwa semua seruan yang menjadi kewajiban kita adalah kebutuhan kita. Sebagai contoh, kali ini Allah menyerukan hamba-Nya untuk shalat karena manusia membutuhkan shalat itu demi kebutuhan biologisnya sendiri. Sungguh, sebagai hamba-Nya yang taat kita tak perlu ragu akan kuasa-Nya dan menghambakan diri kita sepeuh hati karena Allah Al-Khaliq (Maha Pencipta).
Demikianlah keajaiban dalam shalat. Semoga kabar langit yang ilmiah ini semakin menambah keimanan kita dan menambah ketaatan kita kepada Allah Rabbul ‘aalamiin, Tuhan semesta alam. Allahu akbar!

Kamis, 27 Agustus 2015

AIR dan Gelas



MEMINTA KEBAIKAN PADA ALLAH, TINGGALKAN DULU MAKSIAT

Oleh: Ust Felix Siauw

1. ada yang kehausan lalu meminta agar saudaranya mau membantunya | dia lalu menyodorkan gelas pada saudaranya untuk diisi air untuknya

2. namun air tak kunjung dituang, saudaranya hanya memandanginya | juga memandangi gelas yang dia sodorkan untuk diisi air baginya

3. air tak kunjung diisi sementara lengannya letih meminta | saudaranya tetap tak bergerak padahal persediaan airnya banyak

4. ia merintih, mengemis, meyakinkan saudaranya, betapa haus dirinya | namun saudaranya tetap bergeming, tetap tiada air yang dituang

5. dia tahu segelas air takkan menyusahkan saudaranya | dia tahu mudah bagi saudaranya menuangkan air ke gelasnya, sangat mudah

6. sekali lagi dia memohon pada saudaranya, airmatanya mulai menetes | namun linangan airmata pun tak menolong, air tetap tak dituang

7. tak tahan lagi, kecewa mengubah harap jadi marah, ia naik pitam | ia maki, ia cela saudaranya, "pelit, kikir, bakhil" deras dari lisannya

8. namun tetap tak ada air yang tertuang padanya | saudaranya hanya diam saja menerima amarahnya

9. usai melepas semua murka, saudaranya berkata lembut padanya | "bagaimana aku mengisi gelas yang sudah penuh dengan air yang kotor?"

10. begitulah cerminan kita tatkala kita meminta dan berdoa pada Allah | kita meminta, mau dipenuhi, namun tak menyiapkan gelasnya

11. Allah pasti mengabulkan doa kita, hanya kita sering tak siap | agar apa yang kita pinta mampu kita terima, kita tak memantaskan diri

12. simak sabda Nabi saw, | "sungguh jika engkau tinggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan mengganti yang lebih baik" (HR Ahmad)

13. kita meminta pada Allah, kita berharap Allah kabulkan doa | namun kita enggan tinggalkan yang lama, bagaimana diganti yang baru?

14. berdoa ingin terkabul, namum maksiat tetap jalan | ibarat meminta air, namun gelas dipenuhi air kotor

15. buang dulu air kotornya, bersihkan gelasnya, lalu meminta | tinggalkan dulu maksiatnya, Allah pasti ganti yang lebih baik

16. setiap perubahan itu punya risiko, termasuk berubah lebih taat | tapi ketahuilah, tidak berubah taat, itu yang paling berisiko

  (Majelis ke 2) FAQIR (Fathur-Rabbany) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ   اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورس...