Kamis, 06 September 2012

TRAKSI


PRINSIP PEMASANGAN TRAKSI
1.         Tali utama dipasang di pin rangka sehingga menimbulkan gaya tarik.
2.         Berat ekstremitas dengan alat penyokong harus seimbang dengan pemberat agar reduksi dapat dipertahankan.
3.         Pada tulang-tulang yang menonjol sebaiknya diberi lapisan khusus.
4.         Traksi dapat bergerak bebas melalui katrol.
5.         Pemberat harus cukup tinggi di atas permukaan lantai.
6.         Traksi yang dipasang harus baik dan terasa nyaman.

KEUNTUNGAN PEMAKAIAN TRAKSI
1.         Menurunkan nyeri spasme
2.         Mengoreksi dan mencegah deformitas
3.         Mengimobilisasi sendi yang sakit

KERUGIAN PEMAKAIAN TRAKSI
1.         Perawatan RS lebih lama
2.         Mobilisasi terbatas
3.         Penggunaan alat-alat lebih banyak.

BEBAN TRAKSI
1.         Dewasa           =  5  -  7  Kg
2.         Anak               =  1/13 x BB

MACAM-MACAM PEMAKAIAN TRAKSI
1.      Traksi kulit/skin traksi
·         Penarikan tulang yang patah melalui kulit dengan menggunakan skin traksi, plester
·         Ex. :  traksi Buck, traksi Bryant.

2.      Traksi tulang/traksi skeletal
·         Penarikan tulang yang mengalami fraktur melalui tulang
·         Ex. :  traksi Russel

JENIS TRAKSI
1.      Traksi kulit Buck’s
·         Traksi yang paling sederhana dan dipasang untuk jangka waktu yang pendek.

·         Indikasi :
o   Untuk mengistirahatkan sendi lutut pasca trauma sebelum dioperasi
o   Digunakan pada anak.

·         Komplikasi :
o   Perban elastis dapat mengganggu sirkulasi
o   Timbul alergi kulit
o   Dapat timbul ulserasi akibat tekanan pada maleolus
o   Pada lansia, traksi yang berlebihan dapat merusak kulit yang rapuh.

2.      Traksi Russell’s
·         Modifikasi dari traksi Buck’s
·         Digunakan untuk fraktur lutut
·         Digunakan pada orang dewasa
·         Komplikasi :
o   Perlu bedrest → decubitus, pneumoni
o   Penderita bergerak, beban turun → traksi tidak adekuat
o   Infeksi

3.      Cervical traksi
·         Digunakan pada fraktur cervical, maxillaries, clavicula
·         Beban 4-6 pounds

·         Komplikasi :
o   Dapat terjadi gangguan integritas kulit
o   Alergi
o   Klien tidak nyaman dan melelahkan

4.      Pelvic traksi
·         Digunakan pada dislokasi dan fraktur pelvis, fraktur tulang belakang

DETEKSI DINI KOMPLIKASI
·         Yang mungkin terjadi pada fraktur
1.      Emboli paru, gejala :
o   Nyeri dada
o   Dispnea
o   Nadi cepat dan lemah

2.      Emboli lemak → ss. Tulang dan kerusakan jaringan
system pernapasan
-  perubahan status mental
-  tacycardi

3.      Ganggren → infeksi anaerob → bakteri Clostridium welchii
Gejala : gg. mental, demam, TD↓, RR ↑

Rangka Tubuh Manusia


Mengapa kita bisa bergerak? Manusia bisa bergerak karena ada rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya kerja sama antara rangka dan otot, manusia dapat melompat, berjalan, bergoyang, berlari, dan sebagainya. Berikut dijelaskan mengenai rangka tubuh manusia.

Rangka tubuh manusia memiliki fungsi utama sebagai berikut:
1. Memberi bentuk tubuh
Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.
2. Tempat melekatnya otot
Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya otot. Tulang dan otot ini bersama-sama memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
3. Pergerakan
Pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.
4. Sistem kekebalan tubuh
Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang membentuk antibodi.
5. Perlindungan
Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:

* Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.
* Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang.
* Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada melindungi paru-paru dan jantung.
* Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu.
* Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi, sistem pencernaan, dan pinggul.
* Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku.
* Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
6. Produksi sel darah
Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel darah. Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel darah.
7. Penyimpanan
Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi.

Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian poros tubuh (aksial) dan bagian alat gerak (apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang pada manusia dewasa umumnya. Sedangkan bagian apendikular terdiri atas 126 tulang pada manusia dewasa umumnya.
Bagian aksial terdiri dari:
1. Tulang tengkorak terdiri dari:
a. Tulang tempurung kepala (os cranium)
* Tulang dahi (os frontale)
* Tulang kepala belakang (os occipitale)
* Tulang ubun-ubun (os parietale)
* Tulang tapis (os ethmoidale)
* Tulang baji (os sphenoidale)
* Tulang pelipis (os temporale)
b. tulang muka (os splanchocranium)
* Tulang hidung (os nasale)
* Tulang langit-langit (os pallatum)
* Tulang air mata (os lacrimale)
* Tulang rahang atas (os maxilla)
* Tulang rahang bawah (os mandibula)
* Tulang pipi (os zygomaticum)
* Tulang lidah (os hyoideum)
* Tulang pisau luku (os vomer)
2. Tulang dada (os sternum)
Tulang dada terdiri dari tiga bagian yaitu:
* hulu (os manubrium sterni)
* badan (os corpus sterni)
* taju pedang (os xiphoid prosesus)

3. Tulang rusuk (os costae)

* Tulang rusuk sejati (os costae vera)
* Tulang rusuk palsu (os costae sporia)
* Tulang rusuk melayang (os costae fluctuantes)

4. Tulang belakang (os vertebrae)
* Tulang leher (os cervical)
* Tulang punggung (os thoraxalis)
* Tulang pinggang (os lumbar)
* Tulang kelangkang (os sacrum)
* Tulang ekor (os cocigeus)

5. Tulang gelang bahu
* Tulang belikat (os scapula)
* Tulang selangka (os clavicula)

6. Tulang gelang panggul
* Tulang usus (os illium)
* Tulang pinggul (os pelvis)
* Tulang duduk (os ichium)
* Tulang kemaluan (os pubis)

Bagian apendikuler terdiri dari:

1. Tulang lengan
* Tulang lengan atas (os humerus)
* Tulang hasta (os ulna)
* Tulang pengumpil (os radius)
* Tulang pergelangan tangan (os carpal)
* Tulang telapak tangan (os metacarpal)
* Tulang jari tangan (os phalanges manus)

2. Tulang tungkai
* Tulang paha (os femur)
* Tulang tempurung lutut (os patella)
* Tulang kering (os tibia)
* Tulang betis (os fibula)
* Tulang pergelangan kaki (os tarsal)
* Tulang telapak kaki (os metatarsal)
* Tulang jari kaki (os phalanges pedis)

RANGE OF MOTION


1.      Pengertian.
Range of motion (ROM) : ruang lingkup  gerak sendi.
Range of Movement (ROM) : jangkauan gerak sendi.

Range of Motion Þ tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakkan persendian secara normal dan lengkap, meliputi kegiatan sendi secara rutin dan efektif

Latihan aktif : pasien secara mandiri dapat menggerakkan persendian melalui ROM nya secara penuh (latihan isotonik).
Latihan aktif assistif :  perawat memberikan dorongan seminimal mungkin.

Latihan ROM Pasif :  pasien tidak mampu bergerak    secara bebas dan perawat    menggerakkan setiap persendian melalui ROM.
PROSEDUR DAN LANGKAH  LATIHAN                    ROM
a.       Beri tahu pasien latihan yang akan diberikan
b.      Hindari latihan yang berlebihan .
c.       Gerakan dimulai secara perlahan dengan gerakan yang halus dan secara ritmik.
d.      Gerakan persendian sampai ada tahanan dan hindari timbulnya nyeri.
e.       Selama menggerakan persendian perawat melakukan evaluasi.
f.       Kembalikan persendian pada posisi yang normal setelah melakukan  latihan.
g.      Cegah timbulnya friksi seminimal mungkin.
h.      Gunakan latihan ROM dua kali sehari  secara reguler untuk membentuk kemampuan otot dan sendi.
i.        Observasi pernapasan dan ritme  jantung yang meningkat pada saat latihan . Irama  akan normal kembali setelah beberapa menit.


2.      Beberapa bentuk tindakan yang  dapat diberikan pada latihan ROM :

a.       Leher : Fleksio, Rotasi, Lateral pleksi , Sirkumduksi.
b.      Bahu : Fleksi, Abduksi dan adduksi, Rotasi external dan internal
c.       Siku : Fleksi dan Ekstensi.
d.      Pergelangan Tangan : Pronasi dan supinasi, Fleksi dan ekstensi, Deviasi radiasi dan ulnar.
e.       Jari dan Ibu Jari : Rotasi, Adduksi, Fleksi/ekstensi dan aposisi.
f.       Tenggorokan : Fleksi, Rotasi
g.      Pangkal Paha dan Lutut : Fleksi/ekstensi, Rotasi Interna/Eksterna, Abduksi/adduksi, Rotasi pangkal paha setengah lingkaran sejauh mungkin.
h.      Pergelangan Kaki : Dorsal fleksi/plantar fleksi Inversi/Eversi, Rotasi, Fleksi/Hiperekstensi.
B. PEMENUIHAN KEBUTUHAN BODY ALIGMENT

1.      Pengertian.

Bodi aligment adalah susunan geometrik bagian-bagian tubuh dalam berhubungan dengan bagian yang lain untuk meningkatkan keseimbangan dan memaksimalkan fungsi tubuh dalam berbagai posisi klien yang sesuai.

Bodi aligment yang  baik adalah dengan mempertahankan keseimbangan sepanjang garis gravitasi.

2.      Pengaturan Posisi pasien di tempat tidur.
 
a.       Posisi Fowler
b.      Posisi Prone
c.       Posisi Lateral
d.      Posisi Sim
e.       Posisi Dorsal Recumbent.

C. EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN MOBILISASI DAN IMMOBILISASI.
1.  Pasien mempunyai ROM normal
2.  Tidak mempunyai masalah kulit karena immobilisai.
3.  Mempunyai rasa nyaman
4.  Mengekspresikan secara positif tentang perasaan sehat.

  (Majelis ke 2) FAQIR (Fathur-Rabbany) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ   اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورس...